|
2.1 POTENSI SUMBER DAYA ALAM
= Sumber Daya Mineral dan Energi NTB
Berdasarkan tatanan geologi Indonesia, posisi NTB terletak pada pertemuan dua lempeng besar (Lempeng Hindia-Australia dan Lempeng Eurasia) yang berinteraksi dan saling berbenturan. Batas kedua lempeng ini merupakan daerah yang sangat labil, karena di tempat ini tertumpuk energi yang sangat besar dan sewaktu-waktu dapat terlepas dalam bentuk gempabumi, letusan gunung api, dan tanah longsor yang ditandai dengan munculnya gunung api aktif dan kegempaan yang tinggi.
Disamping mempunyai potensi bencana, pada daerah pertemuan kedua lempeng ini dihasilkan juga kondisi Geologi yang sangat bermanfaat, yaitu terbentuknya potensi sumber daya mineral dan energi, dan potensi bentang alam yang sangat potensial, dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.
= Kondisi Geologi NTB
Kondisi geologi wilayah NTB dengan batuan tertua berumur Tersier dan yang termuda berumur Kuarter, didominasi oleh Batuan Gunungapi serta Aluvium (resent). Batuan Tersier di Pulau Lombok terdiri dari perselingan batupasir kuarsa, batulempung, breksi, lava, tufa dengan lensa-lensa batugamping, batugamping dan dasit. Sedangkan di Pulau Sumbawa terdiri dari lava, breksi, tufa, andesit, batupasir tufaan, batulempung, dasit, tonalit, tufa dasitan, batugamping berlapis, batugamping tufaan dan lempung tufaan. Batuan Kuarter di Pulau Lombok terdiri dari perselingan breksi gampingan dan lava, breksi, lava, tufa, batuapung dan breksi lahar. Sedangkan di Pulau Sumbawa terdiri dari terumbu koral terangkat, epiklastik (konglomerat), hasil gunungapi tanah merah, gunungapi tua, gunungapi Sangiang, gunungapi Tambora, gunungapi muda dan batugamping koral. Aluvium dan endapan pantai cukup luas terdapat di Pulau Sumbawa dan Lombok.
2.2 POTENSI SUMBER DAYA MINERAL DAN ENERGI
2.2.1 POTENSI SUMBER DAYA MINERAL
Sebagai hasil proses geologi yang terus berlanjut di berbagai lokasi, telah dihasilkan berbagai jenis bahan galian, diantaranya: emas, perak, tembaga, timah hitam, pasir besi, mangan, belerang, kaolin, gipsum, tanah liat, batuapung, tras, batukapur, marmer, kalsit, batu, dan pasir.
Keberadaan sumber daya mineral golongan A (strategis) berupa minyak dan gas bumi diperkirakan di lepas pantai utara Pulau Lombok, masih dilakukan penyelidikan dan telah pula dilakukan pemboran eksplorasi oleh perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA), namun belum diketahui tingkat keterdapatannya.

Gambar 2.1: Peta Penyebaran/Trend Cekungan Hidrokarbon di lepas pantai utara Pulau Lombok (Pertamina)
Dari hasil penyelidikan pendahuluan dan rinci sumber daya mineral golongan B (vital) telah ditemukan berupa : logam mulia (emas dan perak), logam dasar (timbal dan tembaga), logam besi serta mineral industri (belerang). Emas, perak dan tembaga merupakan endapan hidrothermal dengan indikasi berupa urat-urat kwarsa dengan ketebalan bervariasi, serta type pofiri. Indikasi adanya emas, perak dan tembaga ini hampir di seluruh wilayah Sumbawa bagian barat. Cebakan emas dan tembaga tipe porfiri dijumpai di lokasi Batu Hijau, Dusun Tongo Desa Sekongkang Kecamatan Jereweh Kabupaten Sumbawa Barat. Kini sedang dilakukan tahap eksplorasi/produksi bahan galian golongan B berupa tembaga dan emas dan telah diketahui jumlah cadangan yang potensial.
Bahan galian golongan C (non strategis/non vital) yang telah dan masih dieksploitasi adalah batu bangunan, tanah liat, tanah urug, pasir/sirtu, batugamping dan batuapung. Bahan galian tersebut sebagian besar digunakan sebagai bahan bangunan dan konstruksi jalan, kecuali batuapung telah dikirim ke luar daerah sebagai komoditi ekspor.

Sumber Daya Mineral Logam Dan Kemungkinan
Pengembangannya
Potensi Mineral Logam
Potensi sumber daya dan cadangan logam emas dan tembaga ditemukan di daerah Batu Hijau dan Dodo-Elang (Sumbawa), pasir besi di area pesisir Labuhan Haji (Lombok Timur) dan Tawun (Lombok Barat). Keberadaan pasir besi juga terdapat di pesisir Sangiang Darat, Sowa, Tololai dan Pantai Selatan Pulau Sumbawa. Untuk lengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.1 : Jumlah Potensi Sumber daya Mineral Logam di NTB
Jenis
Mineral |
Lokasi |
Kabupaten/Kota |
Cadangan
(Ton) |
Luas
(Ha) |
Kelas Cadangan |
Emas (Au) |
1.Pelangan(Tembowong)
2. Pelangan Simba
3. Dodo
4. Batuhijau
5. Sori Pesa |
Lombok Barat
Lombok Barat
Sumbawa
Sumbawa
Bima |
1,395
0,291
1,671
353,808
0,390 |
75,00
75,00 200,00
200,00
1,00 |
Hipotetik Hipotetik
Tereka
Terukur
Tereka |
|
Jumlah |
|
357,501 |
551,00 |
|
Perak (Ag) |
1. Sori Pesa
2. Batu Hijau |
Bima
Sumbawa |
3,900
708,738 |
1,00
20,00 |
Terukur |
|
Jumlah / Total |
|
712,638 |
21,00 |
|
Tembaga (Cu) |
1. Batu Hijau |
Sumbawa |
4.700.000 |
200,00 |
Terukur |
|
Jumlah / Total |
|
4.700.000 |
200,00 |
|
Pasir Besi (Fe)
|
1. Pantai Labuhan Haji
2. Labuhan Gudang Alas
3. Pantai Tolokalo
4. Pantai Sanggar
5. Pantai Sowa
6. Pantai Tololai
7. Pantai Sangiang Barat
8. Pantai Wawu
9. Pantai Totonaro
10.Pantai Lere |
Lombok Timur
Sumbawa
Dompu
Bima
Bima
Bima
Bima
Bima
Bima
Bima |
200,00
100,00 2.745,40
1.328,15 2.025,38
319,81
4.817,40 1.625,80
3.885,00
37,29 |
20,00
3,00
1,25
0,65
0,31
0,89
1,40
0,80
13,00
0,04 |
Hipotetik
Hipotetik
Hipotetik
Hipotetik
Hipotetik
Tereka
Hipotetik
Tereka
Terukur
Tereka |
|
Jumlah / Total |
|
17.064,23 |
29,34 |
|
Timbal (Pb) |
1. Lentek, Rambitan |
Lombok Tengah |
2.450.000 |
2,00 |
Terukur |
|
Jumlah / Total |
|
2.450.000 |
2,00 |
|
Sumber: Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi NTB

Kemungkinan Pengembangannya
Komoditi yang akan dikembangkan adalah mineral emas dan tembaga dengan tipe porfiri di Dodo-Elang dan Emas tipe sulfidasi epithermal di Pelangan.
Gambar 2.2: Peta sumber daya mineral logam
Tembaga
Endapan bahan galian tembaga yang terdapat di Batu Hijau saat ini sedang ditambang oleh PMA. Potensi sumber daya yang telah diketahui sebanyak 930.000.000 ton bijih dengan kadar 0,54% Cu atau setara dengan 5.020.000 ton tembaga.
Emas
Bahan galian emas sebagai mineral ikutan dari tambang tembaga diusahakan oleh PMA di daerah Batu Hijau. Sedangkan lima daerah prospek lainnya yaitu Dodo-Elang, Rinti, Lunyuk Utara, Teluk Panas di Pulau Sumbawa dan Sekotong di Pulau Lombok dapat dikembangkan di masa mendatang. Secara umum endapan emas di daerah ini terdiri dari dua tipe yaitu sebagai urat dan porpiri. Potensi sumber daya endapan emas yang telah diketahui secara keseluruhan adalah dengan kadar rata-rata 0,14 g/t Au atau setara dengan 377 ton emas.
Timbal
Endapan timbal tipe hidrotermal terdapat di daerah Senggoro, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa dengan kadar dalam batuan 0,5% Pb dan 1,60 g/t Pb.
Pasir Besi
Endapan pasir besi terdapat di Kabupaten Lombok Barat dan Bima. Bahan galian berupa endapan rombakan pantai dengan lapisan tipis. Potensi sumber daya yang telah diketahui sebanyak 4.295 ton. Sebaran endapan pasir besi ini terdapat antara lain di daerah pantai Sangiang, pantai Sowa, pantai Wisata, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima dan Tawun, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.
Perak
Endapan bahan galian perak umumnya merupakan mineral ikutan dengan endapan emas, banyak ditemukan di Kabupaten Sumbawa dalam bentuk urat kwarsa dan stockwork tipe epithermal dengan kadar perak dalam batuan termineralisasi berkisar antara 5-66 g/t Ag. Endapan perak yang berasosiasi dengan emas dan air raksa dengan kadar 22-31 g/t Ag, ditemukan di Brang Air Panas, Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa.
Kemungkinan Pengembangannya
Komoditi yang akan dikembangkan adalah mineral emas dan tembaga dengan tipe porfiri di Dodo-Elang dan Emas tipe sulfidasi epithermal di Pelangan.
= Sumber Daya Mineral Non Logam (Bahan Galian Mineral Industri)
dan Kemungkinan Pengembangannya
Jenis komoditi mineral non logam (mineral industri) yang terdapat di NTB yaitu :
bahan galian Golongan Non Logam terdapat sebanyak 34 jenis bahan galian, sampai saat ini yang dapat diketahui keterdapatannya 22 komoditi dengan klasifikasi cadangan yang bervariasi dari hipotetik hingga terindikasi. Untuk itu masih diperlukan penyelidikan lebih lanjut agar diperoleh data yang lebih akurat disamping ditemukannya komoditi baru.
Penambangan/ekploitasi bahan galian golongan Non Logam : Batuapung, Batu Bangunan, Sirtu, Batu Kapur, Tanah Liat dan lainnya, pada umumnya dilakukan oleh perorangan secara tradisional dengan skala kecil pada lokasi yang terpencar tanpa dilengkapi dengan Surat Ijin Penambangan Daerah (SIPD), sehingga menimbulkan kerusakan lahan yang cukup luas dan untuk reklamasinya memerlukan dana yang tidak kecil dan cukup lama. Hal ini mengakibatkan kesulitan diperolehnya data produksi yang akurat disamping terpencarnya kerusakan lingkungan pada beberapa lokasi yang harus direklamasi sesuai peruntukan lahan berdasarkan Rencana Tata Ruang.
Kemungkinan Pengembangannya
Terbatasnya sarana/prasarana teknis baik berupa peralatan laboratorium, peralatan pemetaan dan pembuatan peta sehingga data kualitas bahan galian maupun penyiapan peta belum dapat dilaksanakan secara cepat dan tepat waktu.
Tabel 2.2: Potensi Mineral Non Logam di Provinsi Nusa Tenggara Barat
No |
Komoditas |
Tingkat Penyelidikan |
Sumber Daya |
Keterangan |
Jumlah (Ton) |
Klasifikasi |
1. |
Andesit |
Prospek
Pengamatan
Pendahuluan
Detail |
1.800.00
49.040.00
1.024.001.554
235.051.000 |
Spekulatif
Hipotetik
Memungkinkan
Terbukti |
Merupakan Lava dan breksi ulkanik
|
2 |
Batuapung |
Prospection |
96.013.000 |
spekulatif |
Batuapung yang memiliki kandungan 60,91% SiO 2 |
3 |
Batugamping |
Prospek
Pengamatan
Pendahuluan |
596.806.550
341.711.000
127.612.500 |
spekulatif
Hipotetik
Hipotetik |
Bahan dasar Kalsium
Karbonat(CaC0 3) |
4 |
Belerang |
Pengamatan |
275 |
Hipotetik |
Lempung pengotor |
5 |
Bentonit |
Pengamatan |
118.878.000 |
Hipotetik |
- |
6 |
Dasit |
Pendahuluan |
404.880.000 |
Hipotetik |
Material bangunan, agregat beton. |
7 |
Diorit |
Pendahuluan
Pengamatan |
1.587.000
117.851.000 |
Hipotetik
Hipotetik |
Putih terang, kekuningan dan putih kecoklatan |
8 |
Kalsedon |
Pengamatan
Detail Expl. |
37.700
36.000 |
Hipotetik
Terbukti |
Putih kekuningan dan putih kecoklatan |
9 |
Kaolin |
Pengamatan |
6.016.000 |
Hipotetik |
Mengandung senyawa SiO 2 :7,35%, Al 2 O 3 : 9,83%, Fe 2 O 2 :14,97% |
10 |
Lempung |
Pengamatan
Pendahuluan |
497.279.000
9.302.900 |
Hipotetik
Memungkinkan |
SiO2:19,52-60,72%:Al2O3:7,74-23,35%, |
11 |
Marmer |
Pengamatan
Pendahuluan
Eksplorasi Datail |
33.021.500
1.336.626.000
36.726.000 |
Hipotetik
Memungkinkan
Terbukti |
Marmer dengan kuat tekan 600-800 kg/cm 2
Gamping kristalin dgn Kuat tekan 836 kg/cm 2, untuk exterior & interior |
12 |
Oker |
Pendahuluan |
45.000 |
Memungkinkan |
Batuan vulkanik beku, kuning kemerahan |
13 |
Pasir |
Pengamatan
Pendahuluan
Prospek |
80.000
600.000
5.568.000 |
Hipotetik
Spekulatif
Spekulatif |
Bercampur batuapung
-
- |
14 |
Pasir kwarsa |
Pengamatan |
83.000 |
Hipotetik |
- |
15 |
Perlit |
Pendahuluan |
8.000 |
Possible |
kehijauan transparan |
16 |
Pirofilit |
Pengamatan |
84.332.000 |
Hipotetik |
- |
17 |
Sirtu |
Pengamatan
Prospek
Eksplorasi Datail |
3.309.981
2.230.000
75.000 |
Hipotetik
Spekulatif Terbukti |
Kerikil pasiran berukuran alluvium
- |
18 |
Toseki |
Pengamatan
Pendahuluan |
564.00
468.000 |
Hipotetik
Hipotetik |
Tuff Hasil rombakan alterasi Hidrothermal, Putih kekuningan. |
19 |
Trash |
Eksplorasi Datail
|
506.00
2.128.300 |
Terbukti
Spekulatif |
Berkualitas bagus dgn kuat tekan 2.97-7,7 kg/cm 2, dan 20,7-35 kg/cm 2, |
Sumber: Dinas Pertambangan dan Energi NTB, 2003
Belum seluruh Pemerintah Daerah Kabupaten terbentuk Dinas Pertambangan, disamping itu terbatasnya tenaga yang mempunyai pengetahuan di bidang Geologi dan Pertambangan pada Pemerintah Daerah, sehingga keterlibatan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dalam memberikan data potensi maupun pemanfaatan bahan galian golongan C yang belum terjangkau oleh kegiatan inventarisasi bahan golongan C oleh Dinas Pertambangan Provinsi NTB sampai saat ini masih jauh dari yang diharapkan.
Jenis komoditi mineral non logam (mineral industri) yang terdapat di NTB yaitu :
Sirtu
Endapan Sirtu tersebar di beberapa daerah kecamatan antara lain Ampenan Kota Mataram; Narmada, Labuapi, Gunungsari, Gerung Kabupaten Lombok Barat; Batukliang, Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah; Aikmel, Selong, Sakra Kabupaten Lombok Timur; Alas, Taliwang, Moyo Hilir, Lape Lopok, Lenangguar, Plampang Kabupaten Sumbawa; Jereweh Kabupaten Sumbawa Barat; Dompu, Hu’u, Kempo Kabupaten Dompu; Wera, Sape, Monta Kabupaten Bima; dan RasanaE Kota Bima. Potensi sumber daya secara keseluruhan 22.303.200 ton. Pemanfaatan Sirtu adalah sebagai bahan bangunan dan pembuatan jalan.
Lempung
Endapan Lempung tersebar di berbagai daerah antara lain di Ampenan Kota Mataram; Narmada, Gerung, Sekotong Kabupaten Lombok Barat; Praya Barat, Praya Timur, Sengkol, Pujut Kabupaten Lombok Tengah; Terara Kabupaten Lombok Timur; Dompu Kabupaten Dompu. Potensi sumber daya yang diketahui sebanyak 538.745.025 ton. Pemanfaatan Lempung dapat digunakan untuk bahan dasar industri semen dan keramik.
Andesit - Dasit - Diorit
Bahan galian ini berupa komponen breksi dari endapan piroklastik lava dan intrusi terdapat di kecamatan Gerung, Sekotong, Bayan Kabupaten Lombok Barat, Praya Barat, Pujut Janapria, Praya Timur, Batukliang, Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah, Terara, Sakra, Masbagik, Pringgabaya, Sambelia, Selong, Keruak Kabupaten Lombok Timur, Taliwang, Plampang, Sumbawa Besar, Lape Lopok, Batulanteh Kabupaten Sumbawa, Hu’u, Dompu Kabupaten Dompu, RasanaE, Belo, Sape Kabupaten Bima.
Potensi sumber daya secara keseluruhan diperkirakan sebanyak 1,750.571.604 ton. Pemanfaatan Batuan Andesit adalah untuk bahan bangunan dan pembuatan jalan.
Batugamping

Sebaran Batugamping terdapat di berbagai wilayah kecamatan, yaitu Sekotong Kabupaten Lombok Barat, Pujut, Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah, Keruak Lombok Timur, Seteluk, Jereweh, Taliwang, Moyohulu, Sumbawa, Alas Kabupaten Sumbawa. Dompu Kabupaten Dompu, Belo, Wera, Monta, Sape Kabupaten Bima.
Potensi sumber daya Batugamping diperkirakan sebanyak 1.453.950.903 ton dengan kisaran kandungan CaO: 40 - 55%, MgO 0,55 - 1,05%. Pemanfaatan Batugamping untuk industri, konstruksi, pertanian, bahan pembuat semen, dan lain-lain.
Batuapung
Sebaran endapan Batuapung terdapat di kecamatan Bayan, Tanjung, Narmada, Gangga Kabupaten Lombok Barat; Pringgarata, Kopang, Batukliang Kabupaten Lombok Tengah; Selong, Terara, Masbagik, Sukamulia, Sakra Kabupaten Lombok Timur.
Potensi Sumber daya Batuapung diperkirakan sebanyak 44.581.539 ton. Pemanfaatan Batuapung untuk bahan pencuci tekstil, filler, abrasive dan bahan bangunan.
Fosfat
Endapan Fosfat hanya terdapat di daerah Gua Bengkang, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Endapan berupa hasil kotoran kelelawar yang terdapat dalam gua batugamping. Potensinya diperkirakan sebanyak 21 ton dalam area seluas 236 m2, termasuk kategori kadar rendah yaitu 7,2% P2O5. Pemanfaatan Fosfat untuk industri deterjen dan industri kimia lainnya seperti pupuk.
Kaolin
Sebaran endapan Kaolin terdapat di Belinje, Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah dan Taliwang, Seteluk Kabupaten Sumbawa. Potensi sumber daya yang telah diketahui diperkirakan sebanyak 10.117.123 ton dengan kandungan A12O3 (17 %), Fe2O3 (1,27 %) dan SiO2 (71 %). Pemanfaatan Kaolin untuk bahan baku industri keramik.
Tras
Endapan tras tersebar di Kecamatan Gangga, Bayan, Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Pringgarata, Batukliang, Kopang Kabupaten Lombok Tengah, Selong, Aikmel, Masbagik Kabupaten Lombok Timur.
Potensi sumber daya diperkirakan sebanyak 407.109.622 ton. Pemanfaatan Tras yang bermutu baik dapat digunakan sebagai bahan baku semen pozolan atau pembuatan batako dan pasir adukan.
Toseki
Sebaran Toseki terdapat di Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu dan Tonggotata, Kecamatan Sape Kabupaten Bima. Potensi yang diketahui sekitar 846.501 ton. Umumnya dimanfaatkan untuk glasir dalam industri keramik.
Gipsum
Sebaran endapan Gipsum terdapat di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Keruak Kabupaten Lombok Timur, Taliwang, Alas, Ropang Kabupaten Sumbawa, Sape, Monta Kabupaten Bima. Potensi sumber daya yang diketahui sebanyak 477 ton. Pemanfaatan komoditi ini untuk bahan interior dan kedokteran.
Zeolit
Sebaran endapan Zeolit terdapat di bukit Batuboka dan Gunung Tebui Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah dan Gunung Tebola, Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa. Potensi yang diketahui sebanyak 191.405 ton. Pemanfaatan komoditi Zeolit antara lain untuk makanan ternak, penjernih minyak goreng/air dan untuk batu hias.
Kalsit
Endapan Kalsit ditemukan di Ketapang dan Mencanggah, Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat. Potensi sumber daya yang diketahui sebanyak 6.293.438 ton dengan mutu baik sebagai bahan pemutih.
Marmer
Endapan marmer terdapat di Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat, Belo, Monta, Sape, RasanaE Kabupaten Bima. Potensi sumber daya marmer yang telah diketahui sebanyak 7.504.403.125 ton mutu baik dengan kuat tekan antara 700-900 kg/m. Marmer dapat dipakai sebagai lantai dan batu hias/tempel.
Tabel 2.3: Potensi Marmer di Provinsi Nusa Tenggara Barat
Kabupaten |
Lokasi |
Total (M³) |
Kabupaten Lombok Barat |
1. Baturimpang, Kecamatan Gerung
2. Sekotiong Barat, Kecamatan Gerung |
4.383
1.314.024 |
Kabupaten Bima |
1. Sumi, Kecamatan Sape
2. Ncera, Kecamatan Belo
3. Simpasai, Kecamatan Monta
4. Kampung Kumbe
5. Kaleo, Kecamatan Sape |
7.578.123
637.500
6.000.000
95.999.500
19.235.000 |
Kabupaten Dompu |
1. Doro Tengga, Kecamatan Dompu2.
2. Desa Katua |
708.750.000
200.000.000 |
Sumber: Dinas Pertambangan dan Energi NTB, 2003

Gambar 2.3: Peta Potensi Galian Marmer di NTB, Distamben 2004
Perlit

Endapan Perlit hanya terdapat di Doro Donggomasa, Kecamatan Sape Kabupaten Bima. Potensi sumber daya diperkirakan sebanyak 10.000.000 ton. Mutu endapan Perlit belum dilakukan pemeriksaan yang terinci. Pemanfaatan bahan galian ini dapat dipakai sebagai campuran agregat beton ringan dan partisi peredam suara.
Kalsedon
Bentuk endapan Kalsedon berbongkah-bongkah. Sebarannya terdapat di Doropapa, Doro Keri dan Desa Boke, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Potensi sumber daya yang telah diketahui sebanyak 38.828 ton. Pemanfaatan bahan galian ini dapat dipakai sebagai bahan gelas dan setengah permata.
Belerang

Sebaran endapan Belerang terdapat di kawasan Gunung Rinjani, Kokok Putih. Potensi yang diketahui adalah sebanyak 927 ton dengan kandungan Belerang antara
48.7 - 80.5%. Pemanfaatan bahan galian ini untuk industri pupuk, obat serta insektisida

Gambar 2.4: Peta Keterdapatan Mineral Non Logam di NTB
Batu Silika
Bentuk endapan Batu Silika umumnya berupa bongkah-bongkah. Endapan ini terdapat di Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Keruak, Kabupaten Lombok Timur, Taliwang, Plampang, Lape, Moyo Hulu Kabupaten Sumbawa, Sape, Belo, Wawo Kabupaten Bima. Potensi sumber daya ini diketahui sebanyak 8,353,577 ton. Bahan galian ini dapat dipakai sebagai bahan baku Semen Portland atau Silika Flux.
Tanah Urug
Sebaran Tanah Urug terdapat di Kecamatan Gerung, Gunungsari, Narmada Kabupaten Lombok Barat, Meraran Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa. Potensi sumber daya bahan galian ini sebanyak 10.829.400 ton. Dapat dipakai untuk keperluan bangunan.
|