Untitled Document
 
 
11 March 2010
 
Untitled Document
Search

Untitled Document

ntbprov.go.id
Pemerintahan
Deskripsi Wilayah
 
Bank Data
Pusparagam
Link
BAPPEDA NTB
MENU LINK
DINAS & KAB.
 

Situs Resmi Pemerintahan Propinsi Nusa Tenggara Barat - Lombok & Sumbawa
All Information About Pariwisata NTB

Pariwisata

Direktory
Pariwisata NTB
All Information About  Kabupaten NTB

Kabupaten

Kabupaten di
Propinsi NTB
All Information About peta NTB

PETA NTB

Information about Lombok Villas
 
 

2.1 POTENSI SUMBER DAYA ALAM

= Sumber Daya Mineral dan Energi NTB

Berdasarkan tatanan geologi Indonesia, posisi NTB terletak pada pertemuan dua lempeng besar (Lempeng Hindia-Australia dan Lempeng Eurasia) yang berinteraksi dan saling berbenturan. Batas kedua lempeng ini merupakan daerah yang sangat labil, karena di tempat ini tertumpuk energi yang sangat besar dan sewaktu-waktu dapat terlepas dalam bentuk gempabumi, letusan gunung api, dan tanah longsor yang ditandai dengan munculnya gunung api aktif dan kegempaan yang tinggi.
Disamping mempunyai potensi bencana, pada daerah pertemuan kedua lempeng ini dihasilkan juga kondisi Geologi yang sangat bermanfaat, yaitu terbentuknya potensi sumber daya mineral dan energi, dan potensi bentang alam yang sangat potensial, dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.

= Kondisi Geologi NTB

Kondisi geologi wilayah NTB dengan batuan tertua berumur Tersier dan yang termuda berumur Kuarter, didominasi oleh Batuan Gunungapi serta Aluvium (resent). Batuan Tersier di Pulau Lombok terdiri dari perselingan batupasir kuarsa, batulempung, breksi, lava, tufa dengan lensa-lensa batugamping, batugamping dan dasit. Sedangkan di Pulau Sumbawa terdiri dari lava, breksi, tufa, andesit, batupasir tufaan, batulempung, dasit, tonalit, tufa dasitan, batugamping berlapis, batugamping tufaan dan lempung tufaan. Batuan Kuarter di Pulau Lombok terdiri dari perselingan breksi gampingan dan lava, breksi, lava, tufa, batuapung dan breksi lahar. Sedangkan di Pulau Sumbawa terdiri dari terumbu koral terangkat, epiklastik (konglomerat), hasil gunungapi tanah merah, gunungapi tua, gunungapi Sangiang, gunungapi Tambora, gunungapi muda dan batugamping koral. Aluvium dan endapan pantai cukup luas terdapat di Pulau Sumbawa dan Lombok.

2.2 POTENSI SUMBER DAYA MINERAL DAN ENERGI

2.2.1 POTENSI SUMBER DAYA MINERAL

Sebagai hasil proses geologi yang terus berlanjut di berbagai lokasi, telah dihasilkan berbagai jenis bahan galian, diantaranya: emas, perak, tembaga, timah hitam, pasir besi, mangan, belerang, kaolin, gipsum, tanah liat, batuapung, tras, batukapur, marmer, kalsit, batu, dan pasir.
Keberadaan sumber daya mineral golongan A (strategis) berupa minyak dan gas bumi diperkirakan di lepas pantai utara Pulau Lombok, masih dilakukan penyelidikan dan telah pula dilakukan pemboran eksplorasi oleh perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA), namun belum diketahui tingkat keterdapatannya.



Gambar 2.1: Peta Penyebaran/Trend Cekungan Hidrokarbon di lepas pantai utara Pulau Lombok (Pertamina)

Dari hasil penyelidikan pendahuluan dan rinci sumber daya mineral golongan B (vital) telah ditemukan berupa : logam mulia (emas dan perak), logam dasar (timbal dan tembaga), logam besi serta mineral industri (belerang). Emas, perak dan tembaga merupakan endapan hidrothermal dengan indikasi berupa urat-urat kwarsa dengan ketebalan bervariasi, serta type pofiri. Indikasi adanya emas, perak dan tembaga ini hampir di seluruh wilayah Sumbawa bagian barat. Cebakan emas dan tembaga tipe porfiri dijumpai di lokasi Batu Hijau, Dusun Tongo Desa Sekongkang Kecamatan Jereweh Kabupaten Sumbawa Barat. Kini sedang dilakukan tahap eksplorasi/produksi bahan galian golongan B berupa tembaga dan emas dan telah diketahui jumlah cadangan yang potensial.

Bahan galian golongan C (non strategis/non vital) yang telah dan masih dieksploitasi adalah batu bangunan, tanah liat, tanah urug, pasir/sirtu, batugamping dan batuapung. Bahan galian tersebut sebagian besar digunakan sebagai bahan bangunan dan konstruksi jalan, kecuali batuapung telah dikirim ke luar daerah sebagai komoditi ekspor.

kembali ke atas



Sumber Daya Mineral Logam Dan Kemungkinan
Pengembangannya

Potensi Mineral Logam

Potensi sumber daya dan cadangan logam emas dan tembaga ditemukan di daerah Batu Hijau dan Dodo-Elang (Sumbawa), pasir besi di area pesisir Labuhan Haji (Lombok Timur) dan Tawun (Lombok Barat). Keberadaan pasir besi juga terdapat di pesisir Sangiang Darat, Sowa, Tololai dan Pantai Selatan Pulau Sumbawa. Untuk lengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 2.1 : Jumlah Potensi Sumber daya Mineral Logam di NTB

Jenis
Mineral

Lokasi

Kabupaten/Kota

Cadangan
(Ton)

Luas
(Ha)

Kelas Cadangan

Emas (Au)

1.Pelangan(Tembowong)
2. Pelangan Simba
3. Dodo
4. Batuhijau
5. Sori Pesa

Lombok Barat
Lombok Barat
Sumbawa
Sumbawa
Bima

1,395
0,291
1,671
353,808
0,390

75,00
75,00 200,00
200,00
1,00

Hipotetik Hipotetik
Tereka
Terukur
Tereka

 

Jumlah

 

357,501

551,00

 

Perak (Ag)

1. Sori Pesa
2. Batu Hijau

Bima
Sumbawa

3,900
708,738

1,00
20,00

Terukur

 

Jumlah / Total

 

712,638

21,00

 

Tembaga (Cu)

1. Batu Hijau

Sumbawa

4.700.000

200,00

Terukur

 

Jumlah / Total

 

4.700.000

200,00

 

Pasir Besi (Fe)

 

1. Pantai Labuhan Haji
2. Labuhan Gudang Alas
3. Pantai Tolokalo
4. Pantai Sanggar
5. Pantai Sowa
6. Pantai Tololai
7. Pantai Sangiang Barat
8. Pantai Wawu
9. Pantai Totonaro
10.Pantai Lere

Lombok Timur
Sumbawa
Dompu
Bima
Bima
Bima
Bima
Bima
Bima
Bima

200,00
100,00 2.745,40
1.328,15 2.025,38
319,81
4.817,40 1.625,80
3.885,00
37,29

20,00
3,00
1,25
0,65
0,31
0,89
1,40
0,80
13,00
0,04

Hipotetik
Hipotetik
Hipotetik
Hipotetik
Hipotetik
Tereka
Hipotetik
Tereka
Terukur
Tereka

 

Jumlah / Total

 

17.064,23

29,34

 

Timbal (Pb)

1. Lentek, Rambitan

Lombok Tengah

2.450.000

2,00

Terukur

 

Jumlah / Total

 

2.450.000

2,00

 


Sumber: Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi NTB

kembali ke atas

Kemungkinan Pengembangannya

Komoditi yang akan dikembangkan adalah mineral emas dan tembaga dengan tipe porfiri di Dodo-Elang dan Emas tipe sulfidasi epithermal di Pelangan.



Gambar 2.2: Peta sumber daya mineral logam

Tembaga

Endapan bahan galian tembaga yang terdapat di Batu Hijau saat ini sedang ditambang oleh PMA. Potensi sumber daya yang telah diketahui sebanyak 930.000.000 ton bijih dengan kadar 0,54% Cu atau setara dengan 5.020.000 ton tembaga.

Emas

Bahan galian emas sebagai mineral ikutan dari tambang tembaga diusahakan oleh PMA di daerah Batu Hijau. Sedangkan lima daerah prospek lainnya yaitu Dodo-Elang, Rinti, Lunyuk Utara, Teluk Panas di Pulau Sumbawa dan Sekotong di Pulau Lombok dapat dikembangkan di masa mendatang. Secara umum endapan emas di daerah ini terdiri dari dua tipe yaitu sebagai urat dan porpiri. Potensi sumber daya endapan emas yang telah diketahui secara keseluruhan adalah dengan kadar rata-rata 0,14 g/t Au atau setara dengan 377 ton emas.

Timbal

Endapan timbal tipe hidrotermal terdapat di daerah Senggoro, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa dengan kadar dalam batuan 0,5% Pb dan 1,60 g/t Pb.

Pasir Besi

Endapan pasir besi terdapat di Kabupaten Lombok Barat dan Bima. Bahan galian berupa endapan rombakan pantai dengan lapisan tipis. Potensi sumber daya yang telah diketahui sebanyak 4.295 ton. Sebaran endapan pasir besi ini terdapat antara lain di daerah pantai Sangiang, pantai Sowa, pantai Wisata, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima dan Tawun, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.

Perak

Endapan bahan galian perak umumnya merupakan mineral ikutan dengan endapan emas, banyak ditemukan di Kabupaten Sumbawa dalam bentuk urat kwarsa dan stockwork tipe epithermal dengan kadar perak dalam batuan termineralisasi berkisar antara 5-66 g/t Ag. Endapan perak yang berasosiasi dengan emas dan air raksa dengan kadar 22-31 g/t Ag, ditemukan di Brang Air Panas, Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa.

kembali ke atas

Kemungkinan Pengembangannya

Komoditi yang akan dikembangkan adalah mineral emas dan tembaga dengan tipe porfiri di Dodo-Elang dan Emas tipe sulfidasi epithermal di Pelangan.

= Sumber Daya Mineral Non Logam (Bahan Galian Mineral Industri)
dan Kemungkinan Pengembangannya

Jenis komoditi mineral non logam (mineral industri) yang terdapat di NTB yaitu :

bahan galian Golongan Non Logam terdapat sebanyak 34 jenis bahan galian, sampai saat ini yang dapat diketahui keterdapatannya 22 komoditi dengan klasifikasi cadangan yang bervariasi dari hipotetik hingga terindikasi. Untuk itu masih diperlukan penyelidikan lebih lanjut agar diperoleh data yang lebih akurat disamping ditemukannya komoditi baru.

Penambangan/ekploitasi bahan galian golongan Non Logam : Batuapung, Batu Bangunan, Sirtu, Batu Kapur, Tanah Liat dan lainnya, pada umumnya dilakukan oleh perorangan secara tradisional dengan skala kecil pada lokasi yang terpencar tanpa dilengkapi dengan Surat Ijin Penambangan Daerah (SIPD), sehingga menimbulkan kerusakan lahan yang cukup luas dan untuk reklamasinya memerlukan dana yang tidak kecil dan cukup lama. Hal ini mengakibatkan kesulitan diperolehnya data produksi yang akurat disamping terpencarnya kerusakan lingkungan pada beberapa lokasi yang harus direklamasi sesuai peruntukan lahan berdasarkan Rencana Tata Ruang.

Kemungkinan Pengembangannya

Terbatasnya sarana/prasarana teknis baik berupa peralatan laboratorium, peralatan pemetaan dan pembuatan peta sehingga data kualitas bahan galian maupun penyiapan peta belum dapat dilaksanakan secara cepat dan tepat waktu.

Tabel 2.2: Potensi Mineral Non Logam di Provinsi Nusa Tenggara Barat

No

Komoditas

Tingkat Penyelidikan

Sumber Daya

Keterangan

Jumlah (Ton)

Klasifikasi

1.

Andesit

Prospek
Pengamatan
Pendahuluan
Detail

1.800.00
49.040.00
1.024.001.554
235.051.000

Spekulatif
Hipotetik
Memungkinkan
Terbukti

Merupakan Lava dan breksi ulkanik

 

 

2

Batuapung

Prospection

96.013.000

spekulatif

Batuapung yang memiliki kandungan 60,91% SiO 2

3

Batugamping

Prospek
Pengamatan
Pendahuluan

596.806.550
341.711.000
127.612.500

spekulatif
Hipotetik
Hipotetik

Bahan dasar Kalsium
Karbonat(CaC0 3)

4

Belerang

Pengamatan

275

Hipotetik

Lempung pengotor

5

Bentonit

Pengamatan

118.878.000

Hipotetik

-

6

Dasit

Pendahuluan

404.880.000

Hipotetik

Material bangunan, agregat beton.

7

Diorit

Pendahuluan
Pengamatan

1.587.000
117.851.000

Hipotetik
Hipotetik

Putih terang, kekuningan dan putih kecoklatan

8

Kalsedon

Pengamatan
Detail Expl.

37.700
36.000

Hipotetik
Terbukti

Putih kekuningan dan putih kecoklatan

9

Kaolin

Pengamatan

6.016.000

Hipotetik

Mengandung senyawa SiO 2 :7,35%, Al 2 O 3 : 9,83%, Fe 2 O 2 :14,97%

10

Lempung

Pengamatan
Pendahuluan

497.279.000
9.302.900

Hipotetik
Memungkinkan

SiO2:19,52-60,72%:Al2O3:7,74-23,35%,

11

Marmer

Pengamatan
Pendahuluan
Eksplorasi Datail

33.021.500
1.336.626.000
36.726.000

Hipotetik
Memungkinkan
Terbukti

Marmer dengan kuat tekan 600-800 kg/cm 2
Gamping kristalin dgn Kuat tekan 836 kg/cm 2, untuk exterior & interior

12

Oker

Pendahuluan

45.000

Memungkinkan

Batuan vulkanik beku, kuning kemerahan

13

Pasir

Pengamatan
Pendahuluan
Prospek

80.000
600.000
5.568.000

Hipotetik
Spekulatif
Spekulatif

Bercampur batuapung
-
-

14

Pasir kwarsa

Pengamatan

83.000

Hipotetik

-

15

Perlit

Pendahuluan

8.000

Possible

kehijauan transparan

16

Pirofilit

Pengamatan

84.332.000

Hipotetik

-

17

Sirtu

Pengamatan
Prospek
Eksplorasi Datail

3.309.981
2.230.000
75.000

Hipotetik
Spekulatif Terbukti

Kerikil pasiran berukuran alluvium
-

18

Toseki

Pengamatan
Pendahuluan

564.00
468.000

Hipotetik
Hipotetik

Tuff Hasil rombakan alterasi Hidrothermal, Putih kekuningan.

19

Trash

Eksplorasi Datail

 

506.00
2.128.300

Terbukti
Spekulatif

Berkualitas bagus dgn kuat tekan 2.97-7,7 kg/cm 2, dan 20,7-35 kg/cm 2,


Sumber: Dinas Pertambangan dan Energi NTB, 2003

Belum seluruh Pemerintah Daerah Kabupaten terbentuk Dinas Pertambangan, disamping itu terbatasnya tenaga yang mempunyai pengetahuan di bidang Geologi dan Pertambangan pada Pemerintah Daerah, sehingga keterlibatan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dalam memberikan data potensi maupun pemanfaatan bahan galian golongan C yang belum terjangkau oleh kegiatan inventarisasi bahan golongan C oleh Dinas Pertambangan Provinsi NTB sampai saat ini masih jauh dari yang diharapkan.

kembali ke atas

Jenis komoditi mineral non logam (mineral industri) yang terdapat di NTB yaitu :

Sirtu

Endapan Sirtu tersebar di beberapa daerah kecamatan antara lain Ampenan Kota Mataram; Narmada, Labuapi, Gunungsari, Gerung Kabupaten Lombok Barat; Batukliang, Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah; Aikmel, Selong, Sakra Kabupaten Lombok Timur; Alas, Taliwang, Moyo Hilir, Lape Lopok, Lenangguar, Plampang Kabupaten Sumbawa; Jereweh Kabupaten Sumbawa Barat; Dompu, Hu’u, Kempo Kabupaten Dompu; Wera, Sape, Monta Kabupaten Bima; dan RasanaE Kota Bima. Potensi sumber daya secara keseluruhan 22.303.200 ton. Pemanfaatan Sirtu adalah sebagai bahan bangunan dan pembuatan jalan.

Lempung

Endapan Lempung tersebar di berbagai daerah antara lain di Ampenan Kota Mataram; Narmada, Gerung, Sekotong Kabupaten Lombok Barat; Praya Barat, Praya Timur, Sengkol, Pujut Kabupaten Lombok Tengah; Terara Kabupaten Lombok Timur; Dompu Kabupaten Dompu. Potensi sumber daya yang diketahui sebanyak 538.745.025 ton. Pemanfaatan Lempung dapat digunakan untuk bahan dasar industri semen dan keramik.

Andesit - Dasit - Diorit

Bahan galian ini berupa komponen breksi dari endapan piroklastik lava dan intrusi terdapat di kecamatan Gerung, Sekotong, Bayan Kabupaten Lombok Barat, Praya Barat, Pujut Janapria, Praya Timur, Batukliang, Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah, Terara, Sakra, Masbagik, Pringgabaya, Sambelia, Selong, Keruak Kabupaten Lombok Timur, Taliwang, Plampang, Sumbawa Besar, Lape Lopok, Batulanteh Kabupaten Sumbawa, Hu’u, Dompu Kabupaten Dompu, RasanaE, Belo, Sape Kabupaten Bima.
Potensi sumber daya secara keseluruhan diperkirakan sebanyak 1,750.571.604 ton. Pemanfaatan Batuan Andesit adalah untuk bahan bangunan dan pembuatan jalan.

Batugamping

Sebaran Batugamping terdapat di berbagai wilayah kecamatan, yaitu Sekotong Kabupaten Lombok Barat, Pujut, Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah, Keruak Lombok Timur, Seteluk, Jereweh, Taliwang, Moyohulu, Sumbawa, Alas Kabupaten Sumbawa. Dompu Kabupaten Dompu, Belo, Wera, Monta, Sape Kabupaten Bima.

Potensi sumber daya Batugamping diperkirakan sebanyak 1.453.950.903 ton dengan kisaran kandungan CaO: 40 - 55%, MgO 0,55 - 1,05%. Pemanfaatan Batugamping untuk industri, konstruksi, pertanian, bahan pembuat semen, dan lain-lain.


Batuapung



Sebaran endapan Batuapung terdapat di kecamatan Bayan, Tanjung, Narmada, Gangga Kabupaten Lombok Barat; Pringgarata, Kopang, Batukliang Kabupaten Lombok Tengah; Selong, Terara, Masbagik, Sukamulia, Sakra Kabupaten Lombok Timur.

Potensi Sumber daya Batuapung diperkirakan sebanyak 44.581.539 ton. Pemanfaatan Batuapung untuk bahan pencuci tekstil, filler, abrasive dan bahan bangunan.



Fosfat

Endapan Fosfat hanya terdapat di daerah Gua Bengkang, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Endapan berupa hasil kotoran kelelawar yang terdapat dalam gua batugamping. Potensinya diperkirakan sebanyak 21 ton dalam area seluas 236 m2, termasuk kategori kadar rendah yaitu 7,2% P2O5. Pemanfaatan Fosfat untuk industri deterjen dan industri kimia lainnya seperti pupuk.

Kaolin

Sebaran endapan Kaolin terdapat di Belinje, Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah dan Taliwang, Seteluk Kabupaten Sumbawa. Potensi sumber daya yang telah diketahui diperkirakan sebanyak 10.117.123 ton dengan kandungan A12O3 (17 %), Fe2O3 (1,27 %) dan SiO2 (71 %). Pemanfaatan Kaolin untuk bahan baku industri keramik.

Tras

Endapan tras tersebar di Kecamatan Gangga, Bayan, Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Pringgarata, Batukliang, Kopang Kabupaten Lombok Tengah, Selong, Aikmel, Masbagik Kabupaten Lombok Timur.

Potensi sumber daya diperkirakan sebanyak 407.109.622 ton. Pemanfaatan Tras yang bermutu baik dapat digunakan sebagai bahan baku semen pozolan atau pembuatan batako dan pasir adukan.

Toseki

Sebaran Toseki terdapat di Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu dan Tonggotata, Kecamatan Sape Kabupaten Bima. Potensi yang diketahui sekitar 846.501 ton. Umumnya dimanfaatkan untuk glasir dalam industri keramik.

Gipsum

Sebaran endapan Gipsum terdapat di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Keruak Kabupaten Lombok Timur, Taliwang, Alas, Ropang Kabupaten Sumbawa, Sape, Monta Kabupaten Bima. Potensi sumber daya yang diketahui sebanyak 477 ton. Pemanfaatan komoditi ini untuk bahan interior dan kedokteran.

Zeolit

Sebaran endapan Zeolit terdapat di bukit Batuboka dan Gunung Tebui Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah dan Gunung Tebola, Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa. Potensi yang diketahui sebanyak 191.405 ton. Pemanfaatan komoditi Zeolit antara lain untuk makanan ternak, penjernih minyak goreng/air dan untuk batu hias.

Kalsit

Endapan Kalsit ditemukan di Ketapang dan Mencanggah, Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat. Potensi sumber daya yang diketahui sebanyak 6.293.438 ton dengan mutu baik sebagai bahan pemutih.

Marmer

Endapan marmer terdapat di Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat, Belo, Monta, Sape, RasanaE Kabupaten Bima. Potensi sumber daya marmer yang telah diketahui sebanyak 7.504.403.125 ton mutu baik dengan kuat tekan antara 700-900 kg/m. Marmer dapat dipakai sebagai lantai dan batu hias/tempel.

Tabel 2.3: Potensi Marmer di Provinsi Nusa Tenggara Barat

Kabupaten
Lokasi
Total (M³)

Kabupaten Lombok Barat

1. Baturimpang, Kecamatan Gerung
2. Sekotiong Barat, Kecamatan Gerung

4.383
1.314.024

Kabupaten Bima

1. Sumi, Kecamatan Sape
2. Ncera, Kecamatan Belo
3. Simpasai, Kecamatan Monta
4. Kampung Kumbe
5. Kaleo, Kecamatan Sape

7.578.123
637.500
6.000.000
95.999.500
19.235.000

Kabupaten Dompu

1. Doro Tengga, Kecamatan Dompu2.
2. Desa Katua

708.750.000
200.000.000

Sumber: Dinas Pertambangan dan Energi NTB, 2003



Gambar 2.3: Peta Potensi Galian Marmer di NTB, Distamben 2004

Perlit

Endapan Perlit hanya terdapat di Doro Donggomasa, Kecamatan Sape Kabupaten Bima. Potensi sumber daya diperkirakan sebanyak 10.000.000 ton. Mutu endapan Perlit belum dilakukan pemeriksaan yang terinci. Pemanfaatan bahan galian ini dapat dipakai sebagai campuran agregat beton ringan dan partisi peredam suara.





Kalsedon

Bentuk endapan Kalsedon berbongkah-bongkah. Sebarannya terdapat di Doropapa, Doro Keri dan Desa Boke, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Potensi sumber daya yang telah diketahui sebanyak 38.828 ton. Pemanfaatan bahan galian ini dapat dipakai sebagai bahan gelas dan setengah permata.

Belerang


Sebaran endapan Belerang terdapat di kawasan Gunung Rinjani, Kokok Putih. Potensi yang diketahui adalah sebanyak 927 ton dengan kandungan Belerang antara
48.7 - 80.5%. Pemanfaatan bahan galian ini untuk industri pupuk, obat serta insektisida





Gambar 2.4: Peta Keterdapatan Mineral Non Logam di NTB

Batu Silika

Bentuk endapan Batu Silika umumnya berupa bongkah-bongkah. Endapan ini terdapat di Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Keruak, Kabupaten Lombok Timur, Taliwang, Plampang, Lape, Moyo Hulu Kabupaten Sumbawa, Sape, Belo, Wawo Kabupaten Bima. Potensi sumber daya ini diketahui sebanyak 8,353,577 ton. Bahan galian ini dapat dipakai sebagai bahan baku Semen Portland atau Silika Flux.

Tanah Urug

Sebaran Tanah Urug terdapat di Kecamatan Gerung, Gunungsari, Narmada Kabupaten Lombok Barat, Meraran Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa. Potensi sumber daya bahan galian ini sebanyak 10.829.400 ton. Dapat dipakai untuk keperluan bangunan.

 

 
Untitled Document

 
NTBPROV.GO.ID adalah Website Resmi Provinsi NTB ©2009 - Santel PDE